You are currently viewing Viral Video Lubang Tambang Bersebelahan dengan Sungai di Berau, Kalimantan Timur

Viral Video Lubang Tambang Bersebelahan dengan Sungai di Berau, Kalimantan Timur

Viral Video Lubang Tambang Bersebelahan dengan Sungai di Berau, Kalimantan Timur – Sebuah video yang memperlihatkan lubang tambang batu bara berdekatan dengan aliran sungai di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menjadi viral di media sosial dan memicu perhatian luas masyarakat. Rekaman tersebut menunjukkan kondisi ekstrem, di mana posisi air sungai terlihat lebih tinggi dibanding area lubang tambang yang berada tepat di sisinya.

Video yang beredar pada awal 2026 itu memperlihatkan kedekatan jarak antara area pertambangan dengan aliran Sungai Kelay. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran publik terkait potensi risiko lingkungan, termasuk kemungkinan longsor, banjir, maupun kerusakan ekosistem di sekitar daerah aliran sungai.

Selain menuai reaksi masyarakat, rekaman udara tersebut juga memicu diskusi lebih luas mengenai tata kelola pertambangan di wilayah yang memiliki kepadatan izin tambang cukup tinggi seperti Kabupaten Berau.

Penjelasan Perusahaan dan Proses Penutupan Video Lubang Tambang

Menanggapi viralnya video tersebut, pihak perusahaan tambang yang terkait menjelaskan bahwa lokasi yang terlihat merupakan area pit yang sedang dalam proses penutupan. Perusahaan menyebutkan bahwa mereka tengah mempercepat penimbunan lubang tambang melalui metode backfilling atau pengisian kembali menggunakan material overburden.

Per akhir Januari 2026, progres penimbunan disebut telah mencapai jutaan bank cubic meter material. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat struktur tanah dan meminimalkan potensi retakan di area yang berbatasan langsung dengan sungai.

Selain penimbunan, perusahaan juga melakukan teknik grouting atau penyuntikan semen ke dalam tanah untuk menjaga stabilitas lereng. Proses ini dilakukan hingga kedalaman puluhan meter agar dinding tambang tetap kokoh dan tidak mudah longsor.

Target tahap awal penutupan lubang tambang disebut direncanakan selesai pada Agustus 2026, dengan tujuan tidak menyisakan lubang terbuka di area tersebut.

Pemerintah dan Dinas Terkait Lakukan Peninjauan

Viralnya video juga mendorong Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Timur untuk melakukan peninjauan langsung ke lokasi tambang yang berada dekat Sungai Kelay. Peninjauan tersebut bertujuan memastikan proses penutupan lubang tambang berjalan sesuai ketentuan serta meminimalkan potensi dampak lingkungan.

Langkah pengawasan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan aktivitas pertambangan tetap mematuhi regulasi lingkungan dan keselamatan, terutama di kawasan yang berdekatan dengan badan sungai.

Sorotan Aktivis Lingkungan dan Hasil Investigasi

Sejumlah pihak, termasuk kelompok advokasi lingkungan, menilai kedekatan antara lubang tambang terbuka dengan aliran sungai berpotensi memicu bencana ekologis serius. Investigasi lapangan menemukan bahwa area tambang hanya dipisahkan oleh tanggul tanah yang relatif sempit dari aliran utama Sungai Kelay.

Laporan investigatif juga menyebutkan bahwa kedalaman lubang tambang di beberapa titik bahkan lebih rendah dibanding permukaan sungai, sehingga meningkatkan risiko apabila terjadi luapan air atau kerusakan tanggul.

Aktivis tambang menilai kondisi tersebut dapat menjadi ancaman jangka panjang bagi masyarakat sekitar, terutama jika terjadi banjir atau kegagalan struktur penahan.

Kekhawatiran Dampak Lingkungan dan Keselamatan

Kedekatan aktivitas pertambangan dengan daerah aliran sungai menimbulkan kekhawatiran terkait kerusakan ekosistem, sedimentasi, serta potensi gangguan terhadap akses masyarakat Tuna55 jika terjadi bencana. Dalam sejumlah kasus sebelumnya, luapan sungai di wilayah Berau pernah merendam permukiman dan memutus akses transportasi warga.

Karena itu, berbagai pihak mendorong pengawasan lebih ketat terhadap aktivitas pertambangan, termasuk kewajiban reklamasi dan penutupan lubang tambang setelah operasi selesai. Upaya tersebut dianggap penting untuk mencegah risiko lingkungan yang lebih besar di masa depan.

Viralnya video lubang tambang di Berau menjadi pengingat bahwa transparansi, pengawasan, dan pengelolaan lingkungan yang ketat merupakan hal krusial dalam industri pertambangan. Kasus ini tidak hanya menjadi sorotan publik, tetapi juga momentum bagi pemerintah dan perusahaan untuk memastikan kegiatan tambang berjalan aman, berkelanjutan, dan tidak membahayakan masyarakat sekitar.

Leave a Reply