Jeffrey Epstein dilaporkan pernah menyatakan ketidaksukaannya terhadap Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF). Namun, dokumen dan surat elektronik yang kemudian terungkap menunjukkan bahwa ia justru memanfaatkan magnet pertemuan tahunan Davos selama bertahun-tahun sebagai sarana membangun jaringan dan menawarkan akses bagi relasi_attachment-nya.
Dalam sejumlah pesan, Epstein bahkan menyebut dirinya sebagai semacam “penjaga akses Davos” karena berperan menghubungkan kenalan-kenalannya dengan tokoh bisnis, pejabat pemerintah, dan figur berpengaruh lain. Meski tidak diketahui secara pasti seberapa sering ia menghadiri forum tersebut secara langsung, pihak WEF menolak memberikan komentar ketika dimintai klarifikasi.
Bukti dari Dokumen Departemen Kehakiman
Informasi tersebut muncul dari kumpulan email yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat, bersama pesan dari akun Yahoo milik Epstein yang diperoleh Bloomberg. Dokumen-dokumen ini menunjukkan bahwa ia aktif beroperasi di balik layar, bahkan sebelum dan sesudah vonis pidana tahun 2008 atas kasus yang melibatkan eksploitasi anak di bawah umur.
Pesan-pesan itu mengindikasikan bahwa Epstein kerap menawarkan bantuan kepada kenalannya untuk menghadiri Davos. Bantuan tersebut meliputi pengaturan akomodasi di lokasi konferensi yang terkenal sulit mendapatkan kamar, hingga janji mempertemukan mereka dengan miliarder atau pejabat penting.
Dalam arsip Departemen Kehakiman juga terdapat komunikasi antara Epstein dan Presiden sekaligus CEO WEF, Børge Brende. Brende, yang sebelumnya menjabat menteri luar negeri Norwegia, menyatakan bahwa ia tidak mengetahui latar belakang kriminal Epstein saat berinteraksi dengannya.
Riwayat Kasus Epstein
Epstein kembali ditangkap pada 6 Juli 2019 atas tuduhan perdagangan seksual anak di bawah umur. Ia kemudian meninggal dunia di penjara Manhattan pada 10 Agustus 2019. Otoritas menyimpulkan kematiannya sebagai bunuh diri.
Laporan investigatif ini bersumber dari dokumen pemerintah AS serta kumpulan email dan lampiran yang diperoleh Bloomberg News tahun sebelumnya. Media tersebut menyatakan telah melakukan serangkaian verifikasi, termasuk pemeriksaan metadata, pengecekan header email, serta konfirmasi silang dengan sumber independen. Hasil pengujian tidak menemukan indikasi manipulasi atau pemalsuan dalam dokumen yang dianalisis.
Pendiri WEF Klaus Schwab, yang memimpin organisasi itu hingga tahun lalu, melalui juru bicara menyatakan keyakinannya bahwa ia tidak pernah bertemu Epstein.
Upaya Epstein Menghubungkan Tokoh Berpengaruh
Sejumlah email memperlihatkan bagaimana Epstein mencampurkan tawaran jaringan profesional dengan nada personal maupun candaan. Pada Desember 2009, misalnya, ia berdiskusi dengan ahli imunologi Boris Nikolic mengenai rencana menghadiri Davos. Nikolic meminta rekomendasi siapa saja yang sebaiknya ditemui selama forum berlangsung.
Epstein membalas dengan menyatakan bahwa ia dapat mengatur pertemuan tatap muka dengan banyak peserta karena “akses” adalah modal utama yang ia miliki. Sehari kemudian ia menambahkan komentar bernada santai sambil menyatakan akan meninjau daftar kontak tersebut.
Pada tahun berikutnya, Nikolic kembali meminta bantuan Epstein untuk mendapatkan kesempatan bertemu Bill Gates. Ia mengeluhkan sulitnya memperoleh jadwal dengan miliarder tersebut. Epstein kemudian menyarankan agar ia mencoba mengundang Gates makan malam dan menyebut siapa saja yang akan hadir. Tidak ada bukti dalam email apakah pertemuan itu akhirnya terjadi.
Nikolic kemudian diketahui menjadi penasihat Gates dan pernah ditunjuk sebagai pelaksana wasiat cadangan dalam dokumen warisan Epstein. Ia tidak memberikan tanggapan atas permintaan komentar, meskipun sebelumnya menyatakan tidak memiliki hubungan bisnis dengan Epstein. Gates sendiri pernah mengatakan bahwa ia menyesal pernah mengenal Epstein.
Menghubungkan Pejabat dan Pebisnis
Nama tokoh lain yang muncul dalam komunikasi Epstein terkait Davos termasuk figur senior dunia bisnis dan politik. Sebuah email Januari 2008 menunjukkan ia memperkenalkan miliarder Uni Emirat Arab Sultan Ahmed bin Sulayem kepada Komisioner Persaingan Uni Eropa saat itu, Peter Mandelson, menjelang forum tahunan.
Pesan tersebut berisi permintaan jadwal pertemuan dari pihak bin Sulayem. Namun dokumen tidak memastikan apakah pertemuan itu benar-benar terjadi. Kedua tokoh tersebut tidak memberikan respons atas permintaan komentar, meski Mandelson sebelumnya pernah menyatakan penyesalannya atas hubungannya dengan Epstein.
Dokumen lain menunjukkan bahwa pada Davos 2010, Epstein membantu mengatur pertemuan antara Mandelson dan Menteri Keuangan Inggris saat itu, Alistair Darling, untuk eksekutif JP Morgan Jes Staley. Informasi ini berasal dari pesan yang ditemukan saat bank meninjau hubungan Staley dengan Epstein dalam perkara hukum yang telah diselesaikan.
Kontak dengan Larry Summers
Dalam email Desember 2013, Epstein menghubungi mantan Menteri Keuangan AS Larry Summers dan mengundangnya mengunjungi pulau pribadinya. Summers menjawab bahwa ia akan berada di Davos pada periode tersebut. Epstein kemudian menulis bahwa delegasi Mongolia juga akan hadir dan menyarankan koordinasi pertemuan.
Risalah rapat menunjukkan Summers memang menghadiri pertemuan Dewan Penasihat Presiden Mongolia di Davos pada Januari 2014, sementara Epstein bergabung melalui sambungan telepon. Beberapa minggu kemudian, asisten Summers mengirim instruksi transfer dana honorarium terkait kegiatan tersebut.
Permintaan Rekomendasi Epstein
Pada Juli 2014, Epstein kembali menghubungi Summers untuk meminta surat rekomendasi bagi seorang perempuan muda yang ingin dinominasikan sebagai Young Global Leader WEF. Summers menanggapi dengan menanyakan informasi apa saja yang perlu ia tulis. Tidak ada kejelasan apakah nominasi itu berhasil.
Tinjauan Internal WEF
Awal Februari tahun ini, WEF mengumumkan pembukaan investigasi independen mengenai hubungan antara Epstein dan CEO-nya, Børge Brende. Organisasi itu menyatakan langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen menjaga transparansi dan integritas institusi, serta dilakukan atas permintaan Brende sendiri.
Dokumen Departemen Kehakiman menunjukkan Brende pernah bertukar pesan dengan Epstein dan menghadiri dua makan malam bersamanya—satu pada September 2018 dan satu lagi pada Juni 2019, beberapa minggu sebelum penangkapan terakhir Epstein.
Brende mengatakan bahwa seandainya ia mengetahui latar belakang kriminal Epstein saat itu, ia tidak akan menghadiri undangan makan malam tersebut. Ia juga menyatakan penyesalan karena tidak melakukan pemeriksaan lebih mendalam mengenai riwayat Epstein, seraya menegaskan bahwa interaksi mereka terbatas pada beberapa email dan pesan singkat. Tuna55