Kronologi Lengkap Kasus Remaja Tewas Ditikam di SPBU Bulukumba – Peristiwa tragis menimpa seorang remaja bernama Nabil (19) di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, yang meninggal dunia setelah menjadi korban penikaman brutal di area stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Insiden tersebut menyita perhatian publik karena terjadi di tempat terbuka dan terekam kamera pengawas. Korban dinyatakan tewas setelah mengalami enam luka tusukan di sejumlah bagian tubuhnya.
Kronologi Kejadian Remaja Tewas Ditikam di SPBU Bulukumba
Kejadian bermula dari konflik antara korban dengan seorang pemuda bernama Yusran, yang juga dikenal dengan julukan Panter. Sebelum peristiwa berdarah itu terjadi, Yusran menuduh Nabil telah melakukan tindakan kekerasan terhadap dirinya. Merasa tidak terima, Yusran kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada dua rekannya, yakni Sandi serta Hajaratul Aswad yang akrab dipanggil Torre.
Setelah mendengar pengaduan tersebut, ketiganya diduga sepakat mencari korban. Mereka kemudian mengejar Nabil yang saat itu sedang mengendarai sepeda motor menuju sebuah SPBU di wilayah Kelurahan Jalanjang, Kecamatan Gantarang, pada Selasa (17/2). Saat menyadari dirinya dibuntuti, korban tampak panik dan menghentikan kendaraannya di tepi jalan tepat di depan lokasi SPBU sebelum berlari menyelamatkan diri.
Menurut keterangan kepolisian, pengejaran sudah berlangsung sejak perjalanan menuju lokasi. Korban akhirnya turun dari sepeda motornya karena merasa terdesak, lalu mencoba melarikan diri dengan berlari ke arah area SPBU. Namun upaya tersebut tidak berhasil sepenuhnya, karena para pelaku terus memburu hingga jarak mereka semakin dekat.
Ketika berhasil menyusul korban, salah satu pelaku langsung melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam. Berdasarkan hasil penyelidikan, korban mengalami enam luka tusukan, terdiri dari dua luka di bagian punggung, tiga luka di bagian bawah bokong, dan satu luka di bagian atas bokong. Setelah melakukan aksi tersebut, para pelaku segera meninggalkan lokasi kejadian.
Aksi kekerasan itu terekam kamera CCTV di sekitar SPBU dan rekamannya kemudian beredar luas. Dalam video yang beredar, terlihat korban tiba di lokasi dengan sepeda motor bersama dua rekannya. Tak lama kemudian, pelaku yang juga berboncengan tiga datang mengejar. Korban sempat turun dari motor dan berusaha menghindar dengan berlari ke area depan SPBU, tetapi akhirnya tertangkap di dekat pintu masuk.
Rekaman lain memperlihatkan korban sudah tergeletak di pinggir jalan dengan kondisi bersimbah darah. Sejumlah warga yang menyaksikan kejadian langsung mendekat untuk memberikan pertolongan. Mereka berusaha mengevakuasi korban dengan mengangkat tubuhnya ke pinggir dekat pagar SPBU sambil menghentikan sebuah mobil pikap yang melintas agar korban segera dibawa ke rumah sakit.
Pihak Kepolisian Berherak Cepat
Pihak kepolisian bergerak cepat menindaklanjuti kasus tersebut dan berhasil mengamankan ketiga pelaku. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, Sandi diduga berperan sebagai pelaku utama penikaman, sedangkan dua rekannya membantu melakukan pengejaran terhadap korban sebelum penyerangan terjadi. Aparat memastikan seluruh pelaku telah ditahan untuk proses hukum lebih lanjut.
Kepolisian juga mengungkap motif sementara di balik aksi tersebut. Dari hasil interogasi, pelaku mengaku tersulut emosi setelah mendengar pengaduan Yusran yang mengklaim dirinya ditendang oleh korban. Rasa marah dan keinginan membalas perlakuan itu diduga menjadi pemicu utama terjadinya penyerangan yang berujung maut.
Selain mengamankan pelaku, petugas turut menyita barang bukti berupa sebilah badik yang diduga digunakan dalam penikaman. Senjata tajam tersebut kini menjadi bagian dari alat bukti penting dalam proses penyidikan.
Kasus ini menjadi pengingat keras tentang bahaya konflik yang diselesaikan dengan kekerasan. Aparat menegaskan akan memproses perkara ini secara tegas sesuai hukum yang berlaku. Masyarakat pun diimbau untuk menahan diri serta menyelesaikan persoalan secara bijak tanpa menggunakan tindakan main hakim sendiri, agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. Tuna55