You are currently viewing Amerika Serikat Bidik Mineral Strategis Indonesia, Isu Rokok Ilegal hingga Dinamika Era Trump

Amerika Serikat Bidik Mineral Strategis Indonesia, Isu Rokok Ilegal hingga Dinamika Era Trump

Amerika Serikat Bidik Mineral Strategis Indonesia, Isu Rokok Ilegal hingga Dinamika Era TrumpIndonesia berada

pada posisi yang sangat penting sekaligus sensitif di tengah rivalitas dua kekuatan ekonomi terbesar dunia,

Amerika Serikat dan China, yang saling berlomba mengamankan pasokan mineral kritis.

Komoditas ini menjadi bahan baku utama bagi industri teknologi bersih, kendaraan listrik, serta berbagai

sektor strategis yang menopang transformasi energi global. Kondisi tersebut membuat Indonesia

bukan hanya menjadi pemain sumber daya, tetapi juga medan tarik-menarik kepentingan geopolitik.

Dorongan Washington Demi Akses Rokok Ilegal

Dorongan Washington agar memperoleh akses istimewa terhadap mineral strategis Indonesia — yang

disebut menjadi salah satu agenda utama dalam pembahasan kerja sama perdagangan — memunculkan

pertanyaan besar mengenai bentuk kompromi yang mungkin diberikan pemerintah. Di sisi lain,

setiap konsesi yang diberikan kepada Amerika berpotensi memengaruhi hubungan ekonomi dengan Beijing,

yang selama ini telah terjalin erat melalui investasi dan kerja sama industri.

Sejumlah kalangan menilai Indonesia memiliki peluang besar menjadikan komoditas mineral strategis

sebagai instrumen diplomasi ekonomi sekaligus fondasi industrialisasi dalam negeri. Harapannya,

sumber daya tersebut tidak lagi diperlakukan sekadar sebagai komoditas ekspor jangka pendek,

melainkan sebagai alat tawar strategis untuk membangun rantai nilai industri nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Isu tersebut menjadi sorotan utama dalam edisi Februari 2026 Bloomberg Businessweek Indonesia,

yang menempatkannya sebagai topik utama. Laporan itu menekankan bahwa persaingan global justru

membuka kesempatan bagi Indonesia untuk memaksimalkan potensi ekonominya, terutama saat pemerintah

tengah mencari cara meningkatkan pertumbuhan secara lebih stabil dan berjangka panjang.

Sebelum memasuki laporan utama, edisi terbaru majalah ini membuka pembahasan dengan rubrik Selasar

yang mengulas fenomena maraknya peredaran rokok ilegal asal Madura di tengah tekanan terhadap

petani tembakau serta polemik tarif cukai. Investigasi tersebut menelusuri rantai produksi dan distribusi rokok

tanpa pita cukai yang kini beredar luas di berbagai wilayah Indonesia dan tidak lagi dipasarkan secara sembunyi-sembunyi.

Setelah itu, pembaca diajak menelaah laporan mengenai kebijakan swasembada gula yang diusung

pemerintah melalui penghentian impor. Artikel tersebut menyoroti potensi risiko dari kebijakan tersebut,

terutama jika tidak disertai mitigasi yang matang. Tanpa langkah antisipatif, kebijakan itu dikhawatirkan

dapat memicu lonjakan harga gula di pasar domestik, sementara daya beli masyarakat masih menghadapi tekanan.

Pada bagian Anjangsana, majalah ini mengangkat isu kesehatan yang dinilai berpotensi menjadi ancaman

serius bagi masa depan generasi muda, yakni meningkatnya kasus diabetes pada usia muda. Fenomena

ini dipandang sebagai “bom waktu” bagi visi Indonesia Emas, karena generasi produktif yang sakit dapat

menimbulkan beban ekonomi besar di masa depan.

Masih di rubrik yang sama, pembaca disuguhkan laporan feature mengenai konsep hidup panjang umur

yang tidak hanya berfokus pada usia, tetapi juga kualitas hidup. Artikel tersebut ditulis berdasarkan

pengalaman langsung seorang jurnalis yang mengikuti program retret di wilayah Sardinia,

Italia — salah satu kawasan yang dikenal memiliki populasi manusia berusia di atas 100 tahun dalam jumlah tinggi.

Edisi Februari juga menghadirkan wawancara eksklusif dengan tokoh teknologi Indonesia, Otto Toto Sugiri,

yang menempati posisi kedelapan dalam daftar miliarder Bloomberg 2025. Ia merupakan salah satu figur penting

dalam industri pusat data nasional sekaligus pendiri dan Presiden Direktur PT DCI Indonesia Tbk.

Dalam wawancara tersebut, Toto membahas prospek bisnis pusat data di tengah meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital.

Indonesia sendiri menargetkan peningkatan kapasitas pusat data nasional dari sekitar 2,81 watt per kapita

pada tahun ini menjadi 6,87 watt per kapita pada 2029. Target tersebut didorong oleh pertumbuhan

ekonomi digital Tuna55 serta regulasi perlindungan data pribadi yang menuntut standar keamanan tinggi.

Meski aturan terbaru tidak lagi mewajibkan pusat data berada di dalam negeri, kebutuhan terhadap fasilitas

dengan kualitas tinggi tetap meningkat.

Sebagai pemain besar di sektor tersebut, Toto juga menanggapi potensi persaingan baru di industri,

termasuk kemungkinan perang harga akibat masuknya pemain baru. Ia turut menyoroti perkembangan

kecerdasan buatan (AI) yang sedang mengalami lonjakan popularitas, bahkan disebut mulai menunjukkan

tanda-tanda gelembung di pasar Amerika Serikat.

Selain isu domestik, edisi ini juga memuat laporan khusus dari Bloomberg Businessweek global yang

meninjau satu tahun kepemimpinan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Laporan bertajuk

The Imperial Presidency tersebut menganalisis perubahan yang terjadi selama masa pemerintahannya,

kebijakan apa saja yang tetap bertahan, serta kemungkinan arah politik berikutnya.

Laporan Strategi Donald Trump

Laporan itu mengupas strategi Trump dalam memperluas pengaruh kepresidenan serta sejauh mana

pendekatan tersebut berhasil mengubah dinamika kekuasaan di Washington. Artikel tersebut juga menyoroti

sejumlah tokoh kunci di lingkaran Gedung Putih yang disebut berperan besar dalam merancang

berbagai kebijakan kontroversial selama tahun pertama pemerintahannya.

Gaya kepemimpinan Trump yang tegas dan sering tak terduga memaksa banyak pemimpin perusahaan

global menyesuaikan strategi bisnis mereka. Hal ini diulas dalam laporan khusus berisi panduan

para CEO tentang cara menghadapi dinamika kebijakan presiden tersebut agar tetap dapat menjalankan bisnis secara stabil.

Sementara itu, ekonom peraih Nobel Daron Acemoglu menulis esai khusus yang membahas teori mengenai

kepemimpinan Trump dan potensi risiko terhadap sistem demokrasi. Ia menilai terdapat keterkaitan antara

kebijakan tarif perdagangan dengan upaya memperluas pengaruh politik global, yang pada akhirnya

berujung pada konsolidasi kekuasaan eksekutif. Analisis tersebut juga memprediksi kemungkinan dampak

jangka panjang gaya kepemimpinan tersebut terhadap sistem politik Amerika.

Sebagai penutup, edisi terbaru ini menyajikan laporan tren industri makanan di Amerika Serikat.

Pembaca dapat menelusuri kisah jaringan supermarket asal Jerman yang melahirkan komunitas penggemar unik Aldi,

fenomena minuman dengan kadar gula tinggi yang semakin populer, serta tren restoran ternama

yang mulai merambah pasar produk ritel.

Keseluruhan rangkaian laporan dalam edisi ini memperlihatkan benang merah yang sama: dunia sedang

bergerak cepat, dipengaruhi persaingan geopolitik, transformasi teknologi, dan perubahan gaya hidup.

Di tengah dinamika tersebut, Indonesia berada pada posisi penting — bukan hanya sebagai penonton,

tetapi sebagai pemain yang memiliki peluang besar menentukan arah masa depannya sendiri.

Leave a Reply