Donald Trump Pertimbangkan Penjualan Senjata ke Taiwan – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pemerintahannya tengah membahas kemungkinan penjualan senjata ke Taiwan dan keputusan terkait langkah tersebut akan segera diambil. Pernyataan ini disampaikan Trump kepada wartawan pada Senin malam (16/2/2026) saat berada di atas pesawat kepresidenan Air Force One.
Trump mengungkapkan bahwa isu tersebut juga telah ia diskusikan langsung dengan Presiden China Xi Jinping. Ia menggambarkan percakapan mereka berlangsung baik dan konstruktif, namun tetap memberi sinyal bahwa keputusan final akan diumumkan dalam waktu dekat. Pernyataan itu menegaskan bahwa kebijakan pertahanan terhadap Taiwan kini menjadi salah satu agenda diplomatik utama antara Washington dan Beijing.
Isu Sensitif dalam Hubungan AS–China
Penjualan senjata Amerika Serikat ke Taiwan telah lama menjadi titik ketegangan antara kedua negara. Beijing memandang pulau tersebut sebagai bagian dari wilayahnya dan menentang keras setiap bentuk dukungan militer asing terhadap Taipei. Sebaliknya, Washington mempertahankan hubungan keamanan dengan Taiwan berdasarkan kebijakan lama yang memungkinkan bantuan pertahanan bagi pulau itu.
Dalam beberapa tahun terakhir, China meningkatkan tekanan terhadap Taiwan melalui aktivitas militer dan langkah politik yang bertujuan menegaskan klaim kedaulatan. Situasi ini membuat setiap keputusan terkait penjualan senjata menjadi isu sensitif yang berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan Asia-Pasifik.
Percakapan telepon antara Trump dan Xi yang berlangsung awal bulan ini disebut Trump sebagai “sangat baik.” Namun, laporan versi pemerintah China mengenai pembicaraan tersebut menekankan bahwa Amerika Serikat harus menangani persoalan penjualan senjata ke Taiwan dengan sangat hati-hati. Pernyataan itu dinilai pengamat sebagai sinyal langsung dari Beijing mengenai sensitivitas topik tersebut.
Persiapan Donald Trump Mengenai Paket Senjata Baru
Laporan media internasional sebelumnya menyebutkan bahwa Washington sedang mempersiapkan tahap baru penjualan senjata kepada Taiwan. Jika terealisasi, paket tersebut akan menambah nilai kerja sama pertahanan yang telah diumumkan pada Desember lalu dengan nilai mencapai sekitar 11 miliar dolar AS.
Rencana ini memicu kekhawatiran di kalangan pejabat China, yang melihatnya sebagai langkah yang dapat memperkuat posisi militer Taiwan. Bagi Beijing, peningkatan kemampuan pertahanan pulau itu berpotensi menghambat agenda reunifikasi yang selama ini menjadi bagian dari kebijakan nasionalnya.
Bagi Amerika Serikat, penjualan senjata tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk membantu Taiwan mempertahankan kemampuan pertahanannya. Washington berpendapat bahwa dukungan militer berfungsi menjaga keseimbangan kekuatan di kawasan sekaligus mencegah konflik terbuka.
Momentum Jelang Pertemuan Pemimpin
Keputusan Trump menjadi semakin penting karena muncul menjelang pertemuan bilateral dengan Xi Jinping yang dijadwalkan berlangsung pada April di China. Pertemuan tersebut diperkirakan akan membahas berbagai isu strategis, termasuk perdagangan, keamanan regional, serta hubungan geopolitik kedua negara.
Analis menilai keputusan mengenai penjualan senjata dapat memengaruhi atmosfer diplomatik menjelang pertemuan tersebut. Jika Washington melanjutkan rencana penjualan, Beijing kemungkinan akan merespons dengan tekanan diplomatik atau langkah kebijakan lain. Sebaliknya, jika keputusan ditunda atau dibatalkan, hal itu dapat dianggap sebagai sinyal kompromi untuk menjaga stabilitas hubungan bilateral.
Hubungan Ekonomi AS–Taiwan Semakin Erat
Di tengah dinamika geopolitik ini, Amerika Serikat dan Taiwan baru saja menandatangani perjanjian perdagangan pada pekan lalu. Kesepakatan tersebut bertujuan menurunkan tarif, memperluas akses pasar bagi produk-produk AS di kawasan Asia, serta mengalirkan investasi bernilai miliaran dolar ke sektor energi dan teknologi Amerika.
Perjanjian itu memperkuat hubungan ekonomi kedua pihak dan menunjukkan bahwa kerja sama tidak hanya terbatas pada bidang pertahanan. Namun, bagi China, peningkatan kemitraan ekonomi dan militer antara Washington dan Taipei dapat dipandang sebagai langkah yang memperkuat posisi internasional Taiwan.
Dampak Strategis bagi Kawasan
Isu penjualan senjata ini tidak hanya berdampak pada hubungan tiga pihak—AS, China, dan Taiwan—tetapi juga memiliki implikasi lebih luas bagi stabilitas regional. Asia-Pasifik merupakan kawasan dengan kepentingan strategis tinggi, baik dari sisi jalur perdagangan global maupun keseimbangan kekuatan militer.
Keputusan Washington berpotensi memengaruhi kalkulasi strategis negara-negara lain di kawasan yang mengikuti perkembangan hubungan AS–China dengan cermat. Negara-negara sekutu Amerika kemungkinan melihat langkah tersebut sebagai sinyal komitmen keamanan, sementara pihak yang dekat dengan Beijing bisa menilai kebijakan itu sebagai provokasi.
Menanti Keputusan Final
Dengan pernyataan bahwa keputusan akan segera diambil, perhatian dunia kini tertuju pada langkah selanjutnya dari Gedung Putih. Pilihan yang diambil Trump akan menjadi indikator arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat terhadap Taiwan dan China dalam periode mendatang.
Apapun hasilnya, keputusan tersebut diperkirakan akan membawa konsekuensi diplomatik yang signifikan. Jika penjualan disetujui, ketegangan dengan Beijing mungkin meningkat. Namun jika ditunda, Washington berisiko dianggap mengendurkan dukungan terhadap Taiwan.
Situasi ini menempatkan pemerintahan Trump pada posisi yang membutuhkan keseimbangan antara kepentingan strategis, hubungan diplomatik, dan stabilitas kawasan. Dunia kini menunggu keputusan yang akan menentukan babak baru dalam dinamika geopolitik Asia Timur. Tuna55