You are currently viewing Miliarder Berbondong-Bondong Tinggalkan California, Nevada Jadi Magnet Baru Tanpa Pajak Penghasilan

Miliarder Berbondong-Bondong Tinggalkan California, Nevada Jadi Magnet Baru Tanpa Pajak Penghasilan

Gelombang perpindahan kaum superkaya dari California ke Nevada kian nyata. Negara bagian yang selama ini dikenal dengan Las Vegas dan industri hiburannya itu kini berubah menjadi magnet baru bagi para miliarder yang ingin menghindari beban pajak tinggi.

Awal Januari lalu, sebuah transaksi properti mencetak rekor di kawasan Las Vegas. Sebuah penthouse mewah seluas kurang lebih 5.000 kaki persegi, berlokasi sekitar 15 mil dari Las Vegas Strip, terjual dengan harga fantastis mencapai USD 21 juta. Penjualan tersebut menjadi salah satu transaksi kondominium termahal di wilayah tersebut.

Menariknya, pembelian properti ini bukan sekadar soal gaya hidup. Jika proses transaksi dapat diselesaikan sedikit lebih cepat, sang pembeli bahkan berpotensi menghemat ratusan juta dolar dari kewajiban pajak.

Menurut laporan Business Insider, agen properti Ivan Sher mengungkapkan bahwa transaksi tersebut sempat mengalami hambatan di detik-detik terakhir.

Prosesnya hampir saja tertunda karena ada kendala kecil menjelang penutupan. Padahal kontrak sudah ditandatangani jauh sebelumnya, ujar Sher.

Pembeli penthouse tersebut adalah Don Hankey, Ketua Hankey Group, yang selama ini dikenal sebagai warga California seumur hidup dengan estimasi kekayaan sekitar USD 8,2 miliar.

Pajak Miliarder Picu Eksodus

Hankey menjadi salah satu dari sejumlah miliarder yang memutuskan hengkang dari California setelah munculnya wacana Rancangan Undang-Undang Pajak Miliarder. RUU itu mengusulkan pungutan satu kali sebesar 5 persen atas total aset bagi individu dengan kekayaan di atas USD 1 miliar.

Jika aturan tersebut diterapkan, Hankey diperkirakan harus membayar pajak sekitar USD 410 juta.

Saya merasa seperti tidak lagi diinginkan, ujar Hankey kepada Forbes, menjelaskan alasan di balik keputusannya pindah.

Meski telah meninggalkan California, Hankey masih berpotensi terkena pajak tersebut. RUU Pajak Miliarder dijadwalkan masuk pemungutan suara pada November 2026 dan akan berlaku retroaktif bagi individu yang tercatat sebagai penduduk California per 1 Januari 2026.

Nevada: Tanpa Pajak Penghasilan

Di sisi lain, Nevada menawarkan daya tarik yang sulit diabaikan: tidak ada pajak penghasilan negara bagian dan tarif pajak properti yang relatif rendah. Faktor ini membuat Nevada menjadi alternatif ideal bagi kalangan berpenghasilan tinggi yang ingin tetap berada di wilayah Pantai Barat tanpa beban fiskal besar.

Ivan Sher, pendiri IS Luxury yang menangani penjualan properti Hankey, mengatakan bahwa arus pembeli dari California terus meningkat.

Sekitar 25 persen klien saya berasal dari California. Tapi setelah pandemi COVID-19, angkanya sempat melonjak hingga hampir 80 persen, katanya.

Ia menambahkan bahwa setiap kali wacana pajak baru muncul, gelombang perpindahan kembali meningkat dengan skala lebih besar.

Data dari RentCafe menunjukkan jumlah rumah tangga jutawan di wilayah metropolitan Las Vegas melonjak drastis—dari 331 pada 2019 menjadi 879 pada 2023, atau naik sekitar 166 persen.

Harga Properti Melonjak

Lonjakan minat ini turut mendorong kenaikan harga properti mewah. Jika sebelumnya rumah seharga USD 10 juta sudah dianggap luar biasa dan memecahkan rekor, kini agen properti memasarkan hunian dengan harga antara USD 11 juta hingga USD 20 juta secara lebih rutin.

Fenomena ini juga dirasakan Zain Aziz, pendiri perusahaan teknologi Atom, yang pindah ke Henderson—kawasan pinggiran Las Vegas—pada 2025. Ia menyebut keputusannya meninggalkan Silicon Valley dipicu oleh kombinasi pajak tinggi dan perubahan budaya bisnis.

Anda tidak ingin merasa dihukum karena sukses dan menciptakan lapangan kerja, ujarnya.

Menurut Aziz, Las Vegas kini menawarkan semangat kewirausahaan yang dahulu identik dengan California.

Budaya inovasi seperti era awal Oracle dan Google tidak lagi terasa di California. Saya melihat semangat itu justru tumbuh di Nevada, katanya.

Deretan Nama Besar

Hankey bukan satu-satunya tokoh besar yang mengalihkan asetnya. Pendiri Google Sergey Brin dilaporkan membeli properti di sisi Nevada Danau Tahoe senilai sekitar USD 42 juta. Larry Page, co-founder Google lainnya, mengalihkan investasinya ke Florida Selatan dengan akuisisi properti sekitar USD 173 juta.

Sementara itu, Larry Ellison juga memperluas kepemilikan propertinya di kawasan Danau Tahoe dan menjual rumahnya di San Francisco seharga USD 45 juta—transaksi terbesar di kota tersebut pada 2025.

Nevada Jadi Pusat Baru Orang Kaya?

Meski banyak miliarder masih memiliki keterikatan emosional dengan California—dari pantai hingga iklimnya—Las Vegas menawarkan kompromi geografis. Jarak penerbangan kurang dari dua jam ke Los Angeles atau San Francisco membuat relokasi terasa lebih mudah.

Bagi Aziz, masa depan Nevada terlihat cerah.

Las Vegas akan menjadi pusat baru bagi orang-orang terkaya. Kota ini memang menginginkan itu, ujarnya optimistis.

Dengan kombinasi kebijakan pajak ramah, harga properti yang masih kompetitif dibanding California, serta jarak yang relatif dekat, Nevada kini bukan sekadar kota hiburan—melainkan surga fiskal baru bagi kaum superkaya Amerika. Tuna55

Leave a Reply