Angka pengangguran di Inggris menunjukkan kenaikan hingga mendekati titik tertinggi dalam lima tahun terakhir. Pada saat yang sama, laju pertumbuhan upah mulai melambat seiring pelemahan kondisi pasar tenaga kerja, situasi yang dinilai dapat membuka ruang bagi bank sentral untuk menurunkan suku bunga pada musim semi.
Data terbaru dari Office for National Statistics (ONS) yang dirilis Selasa (17/2/2026) menunjukkan tingkat pengangguran naik menjadi 5,2% pada kuartal terakhir tahun lalu. Angka tersebut melampaui proyeksi ekonom yang sebelumnya memperkirakan tingkat pengangguran berada di kisaran 5,1%.
Sementara itu, pertumbuhan upah reguler di sektor swasta—indikator utama yang menjadi perhatian Bank of England (BOE)—turun menjadi 3,4%. Angka ini merupakan level terendah dalam lebih dari lima tahun terakhir.
Informasi Perpajakan Ungkap Jumlah Pekerja
Informasi perpajakan terpisah juga mengungkapkan bahwa jumlah pekerja dalam daftar penggajian berkurang sekitar 11.000 orang sepanjang Januari. Secara keseluruhan, kombinasi data tersebut diperkirakan memperkuat keyakinan pembuat kebijakan BOE bahwa tekanan inflasi yang bersumber dari pasar tenaga kerja mulai mereda, sehingga membuka kemungkinan penurunan suku bunga lanjutan.
Sebelumnya, Komite Kebijakan Moneter mempertahankan suku bunga di level 3,75% pada awal bulan melalui keputusan voting tipis 5 berbanding 4. Hasil ini cukup mengejutkan karena hanya Gubernur Andrew Bailey yang menolak pemangkasan lebih lanjut.
Pelaku pasar kini hampir sepenuhnya memprediksi adanya pemotongan suku bunga sebesar seperempat poin pada April mendatang. Ekspektasi tersebut baru-baru ini juga mendapat dukungan dari Deputi Gubernur Sarah Breeden.
Minggu ini dinilai krusial bagi otoritas moneter Inggris. Selain laporan pasar tenaga kerja, data inflasi dijadwalkan rilis Rabu dengan proyeksi penurunan menjadi 3% pada Januari, dari sebelumnya 3,4%. ONS juga akan menerbitkan laporan penjualan ritel serta kondisi keuangan publik menjelang akhir pekan. Komite Kebijakan Moneter masih akan menerima satu rangkaian data tambahan terkait inflasi dan ketenagakerjaan sebelum pengambilan keputusan berikutnya pada 19 Maret.
Dalam proyeksi terbarunya, BOE memperkirakan tingkat pengangguran dapat meningkat menjadi sekitar 5,3% pada musim semi. Bank sentral juga menurunkan estimasi pertumbuhan ekonomi Inggris tahun 2026 menjadi 0,9% dari perkiraan sebelumnya 1,2%. Data pekan lalu menunjukkan perekonomian hanya tumbuh 0,1% pada kuartal keempat, di bawah ekspektasi analis.
Gubernur Bailey menyatakan kekhawatirannya lebih tertuju pada lemahnya permintaan domestik serta kondisi pasar tenaga kerja yang semakin longgar. Sementara itu, Breeden menilai pemangkasan suku bunga berpotensi terjadi pada akhir April. Di sisi lain, pandangan berbeda datang dari kubu hawkish di MPC. Kepala Ekonom Huw Pill menilai tingkat suku bunga saat ini sudah terlalu rendah dan sebaiknya dipertahankan.
Selama ini MPC memberikan perhatian khusus pada pertumbuhan upah yang dinilai masih relatif kaku. Karena itu, perlambatan lanjutan pada upah reguler sektor swasta dianggap sebagai perkembangan positif. Angka 3,4% merupakan yang terendah sejak November 2020 dan mendekati kisaran 3,25% yang dinilai bank sentral konsisten dengan target inflasi 2%. Secara keseluruhan, pertumbuhan upah di luar bonus juga melambat menjadi 4,2%. Tuna55